RepublikeXpose.com : JAKARTA BARAT, : 7 Agustus 2026 – Semangat mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan kembali ditegaskan melalui kegiatan Senam Bersama, Pameran Implementasi Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pilah Sampah dari Sekolah, serta Pameran Hasil Urban Farming yang diselenggarakan di SMP Negeri 297 Jakarta.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Dr. Hj. Nahdiana, dan Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat, Imron Syahrin, bersama jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, unsur Dinas Pendidikan, kepala sekolah, guru, siswa, serta para pemangku kepentingan pendidikan.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Dr. Hj. Nahdiana, menegaskan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik melalui pembiasaan menjaga lingkungan.
“Gerakan pilah sampah bukan sekadar program, tetapi budaya yang harus tumbuh di setiap sekolah. Pendidikan karakter dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti memilah sampah, menjaga kebersihan, dan mencintai lingkungan. Hal ini sejalan dengan upaya mewujudkan sekolah yang aman, nyaman, sehat, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat, Imron Syahrin, mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak dalam mengembangkan budaya lingkungan di sekolah. Menurutnya, keberhasilan menjaga lingkungan membutuhkan partisipasi aktif seluruh warga sekolah dan dukungan masyarakat.
“Ketika siswa sudah terbiasa memilah sampah dan memanfaatkan lahan melalui urban farming, sesungguhnya mereka sedang membangun kebiasaan baik yang akan dibawa hingga dewasa. Inilah investasi karakter bagi masa depan Jakarta,” ungkapnya.
Selain senam bersama sebagai bagian dari pembiasaan hidup sehat, para tamu juga meninjau pameran hasil implementasi gerakan pilah sampah yang menampilkan berbagai inovasi sekolah dalam pengelolaan sampah, pemanfaatan barang bekas, serta edukasi ekonomi sirkular.
Pameran urban farming menjadi daya tarik tersendiri dengan menampilkan hasil budidaya tanaman pangan, sayuran, tanaman obat keluarga, serta berbagai inovasi penghijauan yang dikembangkan oleh guru dan peserta didik sebagai media pembelajaran kontekstual.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Barat menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dunia pendidikan dalam mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sekaligus memperkuat pendidikan karakter melalui aksi nyata.
“Diharapkan seluruh sekolah di Jakarta Barat dapat menjadi pelopor budaya pilah sampah, memperluas praktik urban farming, serta membangun ekosistem pendidikan yang sehat, hijau, dan berkelanjutan. Langkah kecil yang dilakukan setiap hari akan memberikan dampak besar bagi masa depan lingkungan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat menegaskan komitmennya untuk terus mendorong terwujudnya sekolah yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga menjadi teladan dalam kepedulian terhadap lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Red **









