RepublikeXpose.com : TTS –
Mantan Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Egusem Pieter Tahun, S.T., M.M., resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Timor Tengah Selatan periode 2026–2031 melalui Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar TTS yang digelar di Aula Gereja Petra Soe, Kamis (30/7/2026).
Penetapan tersebut berlangsung dalam forum Musda XI yang dihadiri jajaran DPD I Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT), para pengurus, pimpinan kecamatan, organisasi sayap, serta kader Partai Golkar se-Kabupaten TTS.
Kepada media ini melalui sambungan telepon pada Jumat (31/7/2026) pukul 11.45 WITA, Egusem Pieter Tahun yang akrab disapa Epy Tahun menjelaskan bahwa proses menuju Musda diawali dengan tahapan pramusda yang berlangsung cukup dinamis.
Menurutnya, pada pramusda terdapat tiga kandidat yang bersaing, yakni dirinya, Ince Sayuna, dan Yoksan Benu. Dalam pemungutan suara yang dilaksanakan di Kupang, Egusem memperoleh 15 suara, Ince Sayuna meraih 14 suara, sedangkan Yoksan Benu memperoleh satu suara.
“Hasil pramusda itu kemudian ditindaklanjuti ke TTS dengan berbagai dinamika. Pada akhirnya saya diusulkan oleh Bapak Wakil Ketua Umum Partai Golkar bersama DPD I Partai Golkar NTT sebagai calon tunggal. Karena hanya satu calon, maka pada 30 Juli 2026 Musyawarah Daerah secara formal telah menetapkan saya sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Timor Tengah Selatan,” ungkap Egusem.
Usai ditetapkan sebagai Ketua DPD II Partai Golkar TTS, Egusem menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DPD I Partai Golkar NTT beserta seluruh kader yang telah memberikan kepercayaan kepadanya memimpin partai berlambang pohon beringin di Kabupaten TTS.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPD I Partai Golkar NTT bersama seluruh jajaran, para pengurus, pimpinan kecamatan, organisasi sayap, dan seluruh kader Partai Golkar yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk memimpin DPD II Partai Golkar Kabupaten Timor Tengah Selatan. Amanah ini akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab demi membesarkan kembali Partai Golkar di TTS,” ujarnya.
Ia menegaskan, langkah pertama setelah resmi menjabat adalah melakukan pembenahan struktur organisasi partai secara menyeluruh. Struktur kepengurusan DPD II akan ditata kembali dan ditargetkan rampung dalam waktu 15 hari.
Setelah pembentukan kepengurusan DPD II selesai, agenda berikutnya adalah melakukan konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan melalui pembenahan Pengurus Kecamatan (PK) yang ditargetkan berlangsung sepanjang Agustus hingga September 2026. Selanjutnya, konsolidasi akan diperluas ke tingkat desa melalui pembenahan kepengurusan desa pada November hingga Desember 2026.
“Seluruh tahapan ini merupakan arahan DPD I yang mengacu pada petunjuk dan kebijakan DPP Partai Golkar. Kita ingin memastikan mesin partai benar-benar siap menghadapi agenda politik ke depan,” tegasnya.
Selain pembentukan kepengurusan dan konsolidasi organisasi, Egusem mengungkapkan telah menyiapkan program kerja jangka pendek, jangka menengah, hingga program strategis lima tahun ke depan sebagai pedoman kepemimpinannya.
Di tingkat nasional, Golkar TTS akan bekerja keras memenangkan calon presiden yang diusung Partai Golkar serta mempertahankan dua kursi DPR RI dari Daerah Pemilihan NTT II.
Sementara di tingkat Provinsi NTT, Golkar TTS menargetkan mendukung Emanuel Melkiades Laka Lena untuk kembali memimpin NTT pada periode kedua sekaligus meningkatkan perolehan kursi Partai Golkar di DPRD Provinsi NTT dari satu menjadi dua kursi.
Adapun di tingkat Kabupaten Timor Tengah Selatan, Partai Golkar menargetkan mampu mengusung dan memenangkan kader terbaik sebagai Bupati TTS serta meningkatkan jumlah kursi di DPRD Kabupaten TTS.
Egusem juga mengajak seluruh kader Partai Golkar di Kabupaten Timor Tengah Selatan untuk menjaga soliditas, memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat desa, serta bekerja bersama mengembalikan kejayaan Partai Golkar dalam menghadapi berbagai agenda politik pada masa mendatang.
“Kita ingin mengembalikan kejayaan Partai Golkar seperti masa lalu, ketika Golkar mampu menyandingkan jabatan Bupati dan Ketua DPRD. Itu menjadi cita-cita bersama yang harus kita perjuangkan melalui kerja keras, konsolidasi yang kuat, dan kebersamaan seluruh kader,” pungkasnya.( CB)









