RepublikeXpose.com : KUPANG –
Masyarakat Adat Kerajaan Amanatun (MAKANA) menggelar pertemuan tatap muka dan secara daring melalui Zoom bersama delapan orang Tim Ahli yang merupakan putra-putra terbaik asal Amanatun. Pertemuan tersebut berlangsung di Jalan Sukun 2, Kelurahan Oepura, RT 26, Kota Kupang, Sabtu (30/8/2026).
Pertemuan tersebut dimotori Raja Amanatun Drs. Jonatan Banunaek, Meo Amanatun Yohanis Tafuli, S.Sos., serta Sekretaris MAKANA Oktovianus Nenabu, S.E. Mereka menjadi bagian dari tim inti MAKANA dalam membahas arah pembangunan Amanatun ke depan.
Dalam pertemuan tersebut, MAKANA bersama delapan Tim Ahli membahas berbagai sektor strategis yang dinilai penting bagi kemajuan wilayah Amanatun, antara lain pertanian, peternakan, perikanan, pertambangan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta sektor pembangunan lainnya.
Raja Amanatun Drs. Jonatan Banunaek mengatakan, pembentukan Tim Ahli merupakan bagian dari upaya MAKANA untuk mendapatkan kajian dan analisis yang lebih terarah mengenai berbagai potensi serta persoalan pembangunan di Amanatun.
“Tim Ahli ini merupakan putra-putra terbaik asli Amanatun yang berasal dari empat wilayah kefetoran, yakni Noebone, Noebana, Noebokong, dan Noemanumuti. Mereka akan bersama-sama dengan MAKANA melihat dan mengkaji kondisi Amanatun untuk menentukan arah pembangunan ke depan,” ujar Banunaek.
Delapan Tim Ahli
Delapan orang yang ditetapkan sebagai Tim Ahli MAKANA tersebut berasal dari empat wilayah kefetoran.
Dari Kefetoran Noebone, yakni:
Prof. Dr. Paul G. Tamelan, M.Si.
Adv. Omega Dasanika Tahun, S.H., S.K.M., M.Kes.
Dari Kefetoran Noebana, yakni:
Drs. Mikdon H. Tanaem
Brigjen (Purn.) Simon Petrus Kamlasi
Dari Kefetoran Noebokong, yakni:
Semry Tafuli, S.Si., M.Pd.
Matias Nenometa, S.Pd., M.Si.
Sementara dari Kefetoran Noemanumuti, yakni:
Dr. Henderikus Nayuf, M.Min., M.Th.
Daud Wiberdjohn Tafuli, S.Mis., M.Pd.
Banunaek menjelaskan, para Tim Ahli tersebut akan mempelajari dan menganalisis berbagai aspek pembangunan di wilayah Amanatun, baik yang berkaitan dengan sumber daya manusia maupun potensi sumber daya alam.
“Nama-nama tersebut akan mempelajari serta menganalisis seluruh pembangunan yang ada di Amanatun, baik kesehatan, pendidikan, peternakan, pertambangan, pertanian, perikanan, infrastruktur, maupun sektor lainnya,” katanya.
Brigjen Purn. Simon Petrus Kamlasi Dipercaya Pimpin Tim Ahli
Dalam pertemuan tersebut, MAKANA juga menetapkan struktur kepengurusan Tim Ahli. Brigjen (Purn.) Simon Petrus Kamlasi ditetapkan sebagai Ketua Tim Ahli.
Adapun susunan Tim Ahli MAKANA sebagai berikut:
Ketua: Brigjen (Purn.) Simon Petrus Kamlasi
Wakil Ketua: Adv. Omega Dasanika Tahun, S.H., S.K.M., M.Kes.
Sekretaris: Daud Wiberdjohn Tafuli, S.Mis., M.Pd.
Bendahara I: Drs. Mikdon H. Tanaem
Bendahara II: Matias Nenometa, S.Pd., M.Si.
Menurut Banunaek, keberadaan Tim Ahli diharapkan dapat memberikan masukan berdasarkan kajian dan penelitian terhadap berbagai sektor pembangunan di Amanatun.
“Seluruh Tim Ahli inilah yang akan menganalisis dan melakukan penelitian terhadap seluruh sektor pembangunan di wilayah Amanatun. Hasil kajian tersebut nantinya diharapkan menjadi bahan penting dalam menentukan langkah pembangunan Amanatun ke depan,” pungkasnya
(BIC) Red **









