RepublikeXpose.com : JAKARTA BARAT : – Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menyampaikan apresiasi atas dedikasi Camat Kebon Jeruk, Agus Mulyadi, yang memasuki masa purna bakti. Hal itu disampaikan Iin dalam kegiatan pelepasan dan perpisahan yang digelar di Gedung Siti Mariam, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (31/8).
Dalam sambutannya, Iin mengatakan bahwa kebersamaan dalam menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintahan pada akhirnya akan berakhir. Namun, menurutnya, yang akan selalu dikenang adalah berbagai pengalaman dan kebaikan yang telah dilalui bersama.
“Kita nggak pernah tahu sampai kapan dan di mana kita akan bisa bersama. Tetapi dalam arti kebersamaan ini, menurut saya secara pribadi, yang akan kita ingat adalah masa-masa di belakangnya dengan penuh kenangan baik,” ujar Iin.
Iin menilai Agus Mulyadi merupakan sosok pamong yang memiliki kinerja luar biasa. Sebelum dipercaya menjadi Camat Kebon Jeruk, Agus telah menjalani karier sebagai Sekretaris Camat dan Wakil Camat di wilayah yang sama.
“Saya tahu Pak Agus ini kinerjanya luar biasa. Dari mulai Sekcam, Wakil Camat, Camat di Kebon Jeruk. Kalau ilmu sudah khatam. Sudah hafal RW, RT, mana titik-titik yang rawan, mana titik-titik yang potensial, mana yang harus dilakukan, urgensi, prioritas. Saya yakin Pak Camat sudah memahami itu,” jelasnya.
Menurut Iin, masa pengabdian sekitar enam tahun di wilayah Kebon Jeruk bukanlah waktu yang singkat. Sebagai seorang pamong yang bertugas di wilayah, Agus dinilai telah melewati berbagai agenda dan persoalan masyarakat yang harus ditangani tanpa mengenal waktu.
“Kalau kita mengingat perjalanan enam tahun, pastinya satu hari saja betapa banyaknya agenda kegiatan, apalagi enam tahun. Kan kata orang pamong itu nggak ada libur. Karena enam tahun di pamong, di wilayah, Senin, Jumat, ketemu lagi Senin. Nggak ada Sabtu-Minggu,” tukasnya.
Selain dikenal dekat dengan masyarakat, Agus juga disebut memiliki kemampuan komunikasi dan bakat lain di luar tugas kedinasan. Iin bahkan mengungkapkan bahwa Agus pernah meraih juara kedua dalam ajang “Camat Idol”.
“Suara merdunya Pak Camat masih terngiang-ngiang. Apalagi kemarin ada Camat Idol. Juara dua Camat Kebon Jeruk. Itu menunjukkan bahwa ternyata bakat-bakat camat ini luar biasa,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Iin juga menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama di wilayah Kebon Jeruk. Meski demikian, ia mengapresiasi capaian penanganan sampah, khususnya di wilayah Kelurahan Kelapa Dua dan Kebon Jeruk.
Iin juga mengingatkan potensi wilayah Kebon Jeruk yang sebelumnya pernah menorehkan prestasi dalam ajang lingkungan Green and Clean.
“Kedoya Utara itu juga banyak banget prestasinya. Juara satu Green and Clean tahun 2007. Nah, itu yang menjadi contoh baik menurut saya adalah hal yang bisa ditiru oleh RW lain,” tambahnya.
Menjelang akhir sambutannya, Iin kembali menyampaikan terima kasih atas dedikasi Agus Mulyadi beserta jajaran TP PKK selama menjalankan tugas di Kecamatan Kebon Jeruk. Ia juga mendoakan agar Agus sukses menjalani langkah berikutnya setelah purna bakti.
“Selamat bertugas untuk Pak Agus Mulyadi. Saya lihat fotonya ini menatap masa depan yang lebih cerah. Kita doakan jadi Bupati Bima. Ya, siapa tahu kita diajak jalan-jalan ya ke Bima,” pungkasnya.
Sementara itu, Agus Mulyadi menyampaikan bahwa Senin (31/8) menjadi hari terakhir dirinya mengemban amanah sebagai Camat Kebon Jeruk. Ia mengaku telah bertugas di wilayah tersebut sejak 2020 atau sekitar enam tahun delapan bulan.
“Bapak, Ibu yang saya hormati, hari ini adalah hari terakhir saya mengemban amanah sebagai Camat Kecamatan Kebon Jeruk. Saya sudah di Kebon Jeruk ini sejak 2020, berarti enam tahun delapan bulan bertugas di Kebon Jeruk,” ujarnya.
Agus menyebut perjalanan kariernya di Kebon Jeruk terbilang lengkap karena pernah menjabat sebagai Sekretaris Camat, Wakil Camat, hingga Camat. Ia pun berseloroh bahwa dirinya telah “hat-trick” dalam menjalankan tugas di wilayah tersebut.
“Jadi benar kata Bu Wali, kalau urusan wilayah sudah khatam,” katanya.
Selama menjalankan tugas sebagai camat, Agus menyebut salah satu capaian yang berhasil diwujudkan adalah penyelesaian persoalan sampah di wilayah Kelurahan Kelapa Dua dan Kebon Jeruk.
“Alhamdulillah selama saya di Kebon Jeruk, khususnya selama saya menjadi Camat, alhamdulillah permasalahan sampah di Kelapa Dua dan di Kebon Jeruk alhamdulillah tuntas,” ucapnya.
Meski demikian, Agus menyadari masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Ia meyakini berbagai persoalan di wilayah Kebon Jeruk dapat ditangani apabila seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat terus menjaga kekompakan.
Dalam kesempatan itu, Agus juga menyampaikan permohonan maaf kepada jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat Jakarta Barat apabila selama menjalankan tugas terdapat perkataan, sikap, maupun kebijakan yang kurang berkenan.
“Saya mohon maaf jika selama memimpin ada kata-kata dan sikap saya yang kurang berkenan, ada kebijakan yang belum sempurna, ada harapan warga yang belum bisa saya penuhi. Saya hanya manusia biasa, penuh khilaf dan keterbatasan,” tambahnya.
Acara pelepasan dan perpisahan tersebut diisi dengan pemberian kenang-kenangan berupa karikatur bergambar wajah Agus Mulyadi yang diberikan oleh Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah. Kenang-kenangan juga diberikan oleh para lurah se-Kecamatan Kebon Jeruk.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Jakarta Barat Ali Murtadho, para camat se-Jakarta Barat, para lurah se-Kecamatan Kebon Jeruk, unsur tiga pilar Kecamatan Kebon Jeruk, serta para pengurus RT dan RW se-Kecamatan Kebon Jeruk.
Red **









