Republikexpose.com :
SAMPIT, KALIMANTAN TENGAH — Kabut asap dilaporkan menyelimuti kawasan Terowongan Mentaya, Sampit, Kalimantan Tengah, pada pagi hari, 1 September 2026. Kondisi tersebut membuat jarak pandang di lokasi disebut sangat terbatas, diperkirakan hanya sekitar 20 meter.
Situasi ini menjadi perhatian masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut. Dengan jarak pandang yang sangat pendek, pengendara diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kecepatan untuk menghindari kecelakaan.
Informasi di lapangan menyebutkan kendaraan melaju dengan kecepatan sekitar 30 kilometer per jam akibat kondisi jarak pandang yang terbatas. Kabut asap yang cukup pekat dikhawatirkan mengganggu aktivitas masyarakat serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Masyarakat meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah dan instansi terkait agar lebih serius dalam menangani persoalan kabut asap di wilayah Kalimantan Tengah, khususnya di kawasan Sampit.
Warga berharap penanganan tidak hanya dilakukan ketika kondisi sudah parah, tetapi juga melalui langkah pencegahan dan pemantauan secara berkelanjutan. Masyarakat juga meminta informasi resmi mengenai kondisi kualitas udara dan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk melindungi warga dari dampak kabut asap.
Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan dan mengambil langkah cepat, mengingat jarak pandang yang hanya sekitar 20 meter dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas dan mengganggu kesehatan masyarakat
Red**
Firda kontributor re Kalteng









