Dampak Peredaran Rokok Ilegal Mengakibatkan Penerimaan Negara dari Cukai Berkurang

Doloksanggul, RepublikeXpose.com
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan melalui Dinas Koperasi, Perdagangan dan Tenaga Kerja (Kopenaker) melaksanakan Sosialisasi Kententuan Cukai Tembakau di Grand Maju Hotel, Doloksanggul (Rabu, 9/5/23).
Sosialisasi ini sebagaimana info dari Diskominfo, berupa bentuk optimalisasi pemanfaatan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH CHT) dan meningkatkan edukasi masyarakat terkait ketentuan cukai.
Kadis Kopenaker, Nurliza Pasaribu, S.Kom., M.Si. menyampaikan bahwa Tembakau merupakan tanaman yang di budidayakan di Kabupaten Humbang Hasundutan yang tersebar di Kecamatan Doloksanggul, Lintongnihuta dan Paranginan. Jenis tanaman tembakau yang ditanam adalah jenis White Burley. Daun tembakau ini dikeringkan dan dijual ke pengumpul. 
Sejak tahun 2013 sampai sekarang, Pemkab Humbang Hasundutan melalui Dinas Kopenaker menerima Dana Bagi Hasil Cukai hasil tembakau (DBH-CHT). 
Tembakau merupakan bahan baku utama pembuatan rokok. Namun saat ini banyak rokok ilegal dengan ciri rokok polos (tanpa dilekati pitai cukai), berpita cukai palsu, bekas dan berbeda (salah peruntukan dan salah personalisasi) yang dijual dengan harga sangat murah.
Dampak peredaran rokok ilegal ditengah masyarakat mengakibatkan penerimaan negara di bidang cukai berkurang dan berimbas pada kesejahteraan masyarakat. Maka sosialisasi ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan masyarakat serta dapat bermanfaat bagi seluruh elemen masyarakat sehingga Kabupaten Humbang Hasundutan bisa terbebas dari peredaran rokok ilegal.
Pembicara dalam sosialisasi antara lain Kadis Kopenaker Nurliza Pasaribu, S.Kom., Bripka Pol.Indra Sirait, dari Bappedalitbang Manongam Pasaribu, Kasi Beacukai Sibolga Sondy Manullang dan dihadiri berbagai elemen masyarakat.
RE/M Sormin/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *