Pemilihan Bacalon Ketua Rt di Amhetys Tower Apartemen Berlangsung Ricuh

News45 Dilihat
Gunung Sahari Utara_Jakarta Pusat, republikexpose.com
Pemilihan Bacalon ketua RT diikuti oleh 3 peserta, salah satunya ibu Maria yang sudah berakhir masa jabatannya pada tanggal  22 Maret 2022. Pemilihan Bacalon ketua Rt/Rw 018/02, berlangsung di Amhetys Tower Apartemen. Rabu, (23/03/2022).
Pemilihan calon ketua Rukun Tetangga (RT) di Amhetys Tower Apartemen Berlangsung ricuh. Pemilihan calon ketua Rt ini bukan yang pertama kalinya, pemilihan ketua RT yang pertama dilaksanakan pada tanggal (23/01/2022), itupun dibatalkan dengan alasan, bahwa salah seorang panitia, Satrio alamatnya di rajawali dan sebagai penghuni Apartemen Amhetys Tower, tapi Nomer induk kependudukan kartu Tanda Penduduknya (NIK KTP) nya salah, tapi setelah diperbaiki NIK Kependudukan ke Dukcapil, ternyata hanya kesalahan dalam pengetikan saja.
Untuk pemilihan kali ini kenapa dibatalkan, karena menurut Hasbullah, yang juga selaku Lurah Gunung Sahari Utara menjelaskan, para calon pemilih KTP disini dan berdomisili disini tidak mendapat undangan karena tidak terdaftar di rekapan sebagai calon pemilih.
” Sedangkan warga yang ada di Apartemen pun menginginkan punya hak memilih, walaupun hanya kontrak tapi tetap berdomisili disini.” tutur Hasbullah.
Maka dari itu selama tiga bulan kedepan akan kami adakan pembenahan data dan akan diambil alih oleh care teker dari pihak kelurahan, supaya nantinya tidak terjadi lagi pembatalan dan ada kesalahan data.
” Sebenarnya kesalahan kali ini ada di pihak panitia, karena tidak adanya kordinasi dengan pihak Rt, Hasbullah berharap pemilihan yang akan datang semoga saja tidak terjadi seperti ini lagi dan berjalan dengan lancar.” harap Hasbullah.
Salah satu Panitia pemilihan calon ketua Rt dan juga selaku ketua Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) Gusagis, selalu membuat warga resah, karena selalu marah – marah dan selalu membuat keributan seakan – akan mengintimidasi warga disini.
menurut Satrio, sebenarnya warga punya hak pilih hanya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduknya saja sudah bisa, Satrio juga mempertanyakan, kenapa warga disini seakan – akan di persulit dan tidak diberikan hak untuk memilih atau di intervensi.
” Kami selaku warga disini khawatir, dengan bakal adanya pengesahan sertifikat Apartemen ada permainan salah satu oknum yang tidak bertanggung jawab (bermain) kalau ketua Rt disini bukan ibu Maria, makanya saya selaku panitia dan juga mewakili 70 warga penghuni Apartemen berharap, Maria bisa terpilih lagi.
” dan kami sebanyak kurang lebih tujuh puluh (70) orang sudah membuat surat pernyataan dan sudah setuju, bahwa Rt yang kami pilih adalah Maria,
Karena Maria Sosialnya tinggi dan rela berkorban untuk warganya dengan memakai uang sendiri, begitupun dengan permasalahan Covid -19, Maria banyak sekali peran aktif untuk membantu terhadap warganya yang terdampak Covid – 19.
maka dari itu kami semua menginginkan Maria menjabat lagi sebagai ketua Rt disini, karena Maria selalu membela warganya, tapi Gusagis selaku  ketua PPPSRS tidak menginginkan kalau Maria menjabat ketua Rt lagi.”Jelas Satrio saat ditemui para awak media.
” Saya selaku Rt/Rw- 018/02, merasa kecewa dengan Lurah juga dengan para panitia Bacalon ketua Rt, karena selama ini saya tidak pernah diajak kordinasi dan seakan – akan saya tidak boleh mencalonkan selaku ketua Rt lagi dan disuruh mengundurkan diri, ada apa dengan semua ini, karena warga yang punya hak pilih tidak diberi haknya untuk memilih, yang diberikan hak pilih hanya beberapa warga saja dan hanya sekitar 40 warga yang diberikan hak pilihnya,
Sedangkan warga apartemen sendiri yang 30 orang tidak diberikan haknya untuk memilih. Bingung saya dengan semua ini. Maria berharap hanya minta keadilan saja.” ujar Maria.
Mengingat DKI Jakarta masih pemberlakuan level 2, acara pemilihan Bacalon ketua Rt pun masih menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes). (My)
RE/Edo/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *