RepublikeXpose.com : TIMOR TENGAH SELATAN : Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, terus mendorong peningkatan mutu pendidikan anak usia dini (PAUD) melalui penguatan kapasitas para pendidik.
Upaya tersebut mendapat dukungan UNICEF melalui kegiatan peningkatan kompetensi pendidik PAUD yang digelar di lantai tiga Hotel Blessing TTS, Selasa, 6 Oktober 2026.
Sebanyak 45 pendidik dari 15 satuan PAUD mengikuti kegiatan tersebut. Masing-masing satuan PAUD mengutus tiga peserta untuk mendapatkan pembekalan dan penguatan kapasitas dalam memberikan layanan pendidikan bagi anak usia dini.
Education Officer UNICEF, Robertus Raga Djone, mengatakan UNICEF berkomitmen mendukung program pemerintah dalam memperkuat pendidikan anak usia dini.
Menurut Robertus, usia dini merupakan periode penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga membutuhkan layanan pendidikan yang berkualitas.
“UNICEF sangat mendukung program-program pemerintah. Kami berkomitmen untuk mendukung anak usia dini karena pada jenjang inilah sekitar 80 persen perkembangan anak berlangsung,” ujar Robertus.
Ia berharap peserta tidak hanya mengikuti pelatihan, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di satuan pendidikan masing-masing.
Robertus menilai kerja sama antara UNICEF dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memperluas serta meningkatkan kualitas layanan PAUD, terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Apris Adrianus Manafe, S.E., M.Si., menegaskan bahwa PAUD merupakan salah satu fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas.
Karena itu, peningkatan kompetensi guru harus dilakukan secara berkelanjutan. Guru PAUD, kata Apris, tidak hanya dituntut mampu mengajar, tetapi juga memahami karakter, kebutuhan dan potensi setiap anak.
“Anak-anak memiliki kelebihan masing-masing. Karena itu, bapak dan ibu guru harus memahami karakter serta potensi anak melalui hasil asesmen sebelum mereka melanjutkan ke SD,” katanya.
Menurut Apris, layanan PAUD berkualitas juga tidak dapat dipisahkan dari pemenuhan kebutuhan dasar anak. Aspek kesehatan, gizi dan kebutuhan esensial lainnya harus mendapat perhatian dalam proses tumbuh kembang anak.
Ia mengakui masih terdapat berbagai tantangan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di TTS. Oleh sebab itu, para pendidik PAUD diminta terus meningkatkan kemampuan dan profesionalitas agar kualitas layanan pendidikan dapat terus berkembang.
Apris juga menyampaikan apresiasi kepada UNICEF dan para mitra yang telah ikut mendukung pengembangan PAUD di Kabupaten TTS.
“Saya berharap sekitar 700 satuan PAUD di TTS memiliki semangat yang sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Kalau PAUD kita sudah bagus, maka kita harus mempersiapkan diri dengan baik agar mampu bersaing dengan kabupaten lain di NTT,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Bunda PAUD Kabupaten TTS, Ana Ani Lioe-Ataupah, mengatakan pembangunan kualitas anak harus dimulai sejak usia dini karena PAUD menjadi salah satu fondasi pembentukan generasi penerus.
Menurutnya, pendidikan anak tidak cukup hanya berfokus pada kegiatan belajar mengajar. Pemenuhan kebutuhan kesehatan, gizi, perlindungan serta lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak juga harus menjadi perhatian bersama.
“Kami sangat berterima kasih kepada UNICEF dan pihak-pihak lainnya yang telah membantu kami. Kami berharap dukungan tersebut tidak hanya untuk PAUD, tetapi juga dapat menyentuh program kesehatan seperti Posyandu,” kata Ataupah.
Ia mengatakan keterbatasan anggaran daerah akibat kebijakan efisiensi menjadi salah satu tantangan pemerintah dalam menjalankan berbagai program. Karena itu, dukungan dan kemitraan dengan UNICEF serta lembaga lainnya dinilai penting untuk memperkuat program pemerintah daerah.
Ataupah juga mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam memantau perkembangan anak. Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak membutuhkan kerja sama antara satuan PAUD dan keluarga.
“Kami berharap kerja sama antara para pendidik PAUD dan orang tua terus dibangun, sehingga perkembangan dan kesehatan anak dapat dipantau bersama,” ujarnya.
Ia juga meminta para pendidik yang belum mendapatkan dukungan melalui program pemerintah untuk tetap bersabar dan mengikuti kebijakan serta program yang akan dilaksanakan pemerintah.
Kepada para orang tua, Ataupah mengimbau agar perhatian terhadap anak tidak hanya diberikan dalam aspek pendidikan, tetapi juga kesehatan, gizi dan kebutuhan lainnya sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, para kepala seksi dan jajaran staf, serta para pemateri dari UNICEF dan Chery Foundation.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, UNICEF, Chery Foundation dan para pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas layanan PAUD di TTS.
Penguatan kompetensi pendidik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan anak-anak di TTS memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas sejak usia dini.
(CIB)Red **









