RepublikeXpose.com :
JAKARTA — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat memulai pelaksanaan Gerakan Bersih Lumpur (Gerbek Lumpur) secara serentak di sejumlah titik pada Minggu (19/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mitigasi banjir dan genangan dengan melibatkan unsur pemerintah, TNI-Polri, masyarakat, serta berbagai elemen terkait.
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Jakarta Barat Hj. Iin Mutmainnah, S.Sos., M.Si., Komandan Kodim 0503/Jakarta Barat Letkol Inf Saputra Hakki, S.H., M.P.M., serta Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol. Nasriadi, S.H., S.I.K., M.H.
Turut hadir Danramil 04/Cengkareng Mayor Inf Irwan Triono bersama anggota Koramil 04/Cengkareng, Kapolsek Cengkareng AKP Rahis Fadhlillah, S.Tr.K., S.I.K., M.H., Kasatpol PP Kelurahan Kapuk January, SAP., M.M., Camat Cengkareng Suhardin, Kasatpol PP Cengkareng Sukarlan, M.AP., serta Lurah Kapuk Muhamad Arif Budiman, S.A.P. bersama jajaran staf, serta para Ketua RW 01 hingga RW 016.
Gerbek Lumpur diawali dengan apel bersama yang dipimpin oleh Wali Kota Jakarta Barat. Dalam arahannya, Iin Mutmainnah menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Gerbek Lumpur akan dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan mulai 19 Juli hingga 31 Desember 2026.
“Kerja ini bukan hanya seremonial. Hari ini memang kick-off serentak, tetapi setelah ini pelaksanaannya terus berjalan sesuai pemetaan lokasi dan pengaturan teknis,” ujar Iin dalam amanatnya.
Ia mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari langkah antisipasi menghadapi musim hujan dan diharapkan mampu mengurangi secara signifikan titik banjir serta genangan di Jakarta Barat pada awal 2027.
Menurutnya, penanganan banjir membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau dinas teknis, tetapi juga masyarakat yang tinggal di sekitar saluran air.
“Wilayah ini adalah wilayah kita semua. Tanggung jawabnya berarti tanggung jawab kita semua. Bukan hanya tanggung jawab dinas terkait, tetapi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga lingkungan,” katanya.
Gerbek Lumpur menyasar pembersihan sedimen, lumpur, sampah, serta berbagai material yang menghambat aliran air. Pembersihan dilakukan mulai dari saluran mikro di lingkungan masyarakat hingga saluran yang lebih besar, dengan memperhatikan kewenangan dan pemetaan teknis di masing-masing wilayah.
Pemerintah Kota Jakarta Barat juga mendorong masyarakat untuk ikut menjaga saluran air di lingkungan masing-masing. Saluran yang tersumbat, tertutup, atau mengalami penyempitan dinilai dapat menghambat aliran air dari hulu ke hilir.
Wali Kota menegaskan, saluran air harus dikembalikan pada fungsi dan ukuran semestinya. Penutupan atau penyempitan saluran yang melanggar ketentuan akan menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan aturan yang berlaku.
“Target kita tidak hanya membersihkan lumpur, tetapi juga memastikan saluran berfungsi dengan baik, tidak terputus, tidak tertutup secara permanen, dan terbebas dari sedimentasi,” ujarnya.
Angkut 1.000 Karung Lumpur dalam Tiga Jam
Efektivitas pembersihan saluran disebut telah terlihat dalam kegiatan sebelumnya. Dalam kurun waktu sekitar dua hingga tiga jam, petugas dan masyarakat disebut berhasil mengangkut sekitar 1.000 karung material lumpur dan sampah.
Pembersihan tersebut berdampak pada penurunan muka air hingga sekitar 60 sentimeter. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengangkatan sedimentasi dapat memperlancar aliran air pada saluran.
“Air sudah turun hampir 60 sentimeter. Artinya, sedimentasi yang diangkut membuat air lebih cepat mengalir dan terlihat penurunan yang sangat signifikan,” kata Iin.
Dalam pelaksanaannya, pekerjaan dilakukan secara kolaboratif. Pekerjaan teknis ditangani oleh jajaran terkait, termasuk Suku Dinas Sumber Daya Air, sementara pembersihan saluran lingkungan dilakukan dengan melibatkan pemerintah wilayah dan masyarakat.
Untuk lokasi yang tidak dapat ditangani secara manual, pemerintah akan menggunakan peralatan khusus. Sementara itu, lokasi yang masih memungkinkan dikerjakan secara manual akan ditangani melalui kerja bakti dan gotong royong masyarakat.
Setiap pelaksanaan kegiatan juga akan dipantau melalui laporan yang mencakup volume lumpur dan material yang berhasil diangkut. Pelaporan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan program berjalan secara rutin, terukur, dan berkelanjutan.
Kolaborasi TNI-Polri dan Masyarakat
Pelaksanaan Gerbek Lumpur Serentak di wilayah Kapuk, Kecamatan Cengkareng, memperlihatkan kolaborasi lintas sektor dalam penanganan banjir dan genangan.
Keterlibatan jajaran Kodim 0503/Jakarta Barat, Koramil 04/Cengkareng, Polres Metro Jakarta Barat, Polsek Cengkareng, pemerintah kecamatan dan kelurahan, Satpol PP, Mitra Jaya, hingga para ketua RW diharapkan dapat memperkuat koordinasi penanganan persoalan lingkungan di tingkat wilayah.
Wali Kota Jakarta Barat menekankan pentingnya keberlanjutan kegiatan tersebut. Ia meminta jajaran terkait tidak berhenti setelah pelaksanaan kegiatan perdana.
“Jangan berhenti setelah pelaksanaan kick-off. Kegiatan ini harus terus berjalan secara rutin sesuai pemetaan dan kebutuhan di lapangan,” tegasnya.
Terintegrasi dengan Program Penanganan Sampah
Gerbek Lumpur juga dikaitkan dengan program pengurangan dan pengelolaan sampah. Pembersihan sampah dari saluran air dinilai menjadi bagian penting dalam mencegah penyumbatan dan mengurangi risiko genangan.
Wali Kota Jakarta Barat mengingatkan agar kegiatan tersebut dilakukan secara terpadu, terkoordinasi, dan terukur.
“Secara tidak langsung, sampah yang ada di saluran kita bersihkan. Ini menjadi bagian dari upaya mengurangi dan menghilangkan sampah dari saluran atau got yang menghambat aliran air,” ujarnya.
Selain pembersihan saluran, pemerintah juga terus mengerjakan sejumlah proyek infrastruktur pengendalian banjir, termasuk pembangunan waduk dan saluran penghubung menuju badan air yang lebih besar.
Salah satu upaya yang disebut tengah dilakukan adalah pembangunan Waduk Kolor di Kembangan Selatan. Pemerintah juga melakukan pembangunan dan penyambungan sejumlah saluran yang belum terhubung hingga ke kali.
Dengan pelaksanaan yang berlangsung hingga akhir 2026, Pemerintah Kota Jakarta Barat menargetkan kegiatan tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap pengurangan banjir dan genangan saat memasuki musim hujan 2027.
“Dengan niat kita bersama, kita akan lihat nanti di awal tahun 2027, ketika hujan mulai memasuki musimnya, semoga wilayah Jakarta Barat mengalami pengurangan banjir secara signifikan dan warga tidak lagi terendam rumahnya,” kata Iin.
Kegiatan Gerbek Lumpur Serentak kemudian secara resmi dibuka dan dilanjutkan dengan pelaksanaan kerja bakti di sejumlah lokasi yang telah ditentukan.
Red **









