RepublikeXpose.com : KABUPATEN SERANG – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Republik Indonesia, H. Yandri Susanto, bersama Bupati Serang Hj. Ratu Rachmatulzakiyah menghadiri kegiatan Launching Program Pengembangan Ekosistem Biomassa Bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di GOR Desa Salira, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.25 hingga 12.00 WIB tersebut menjadi langkah strategis dalam mendorong pemanfaatan potensi desa, pengembangan ekonomi kerakyatan, serta mendukung transisi energi melalui kolaborasi pemerintah daerah, BUMDes, dan PT PLN.
Acara tersebut turut dihadiri jajaran Kementerian Desa PDT, para camat dan kepala desa se-Kabupaten Serang, direktur BUMDes dan BUMDesma, Direktur Utama PT PLN, Direktur Utama PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), serta Direktur Utama PLN Indonesia Power.
Dalam sambutannya, Menteri Desa PDT H. Yandri Susanto mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kabupaten Serang bersama PT PLN dan seluruh BUMDes dalam mengembangkan ekosistem biomassa berbasis ekonomi kerakyatan.
Ia menegaskan, kerja sama yang telah disepakati antara Kementerian Desa PDT dan PLN harus diwujudkan melalui implementasi nyata, bukan sekadar seremoni.
“Kami Kemendes sudah bertanda tangan dengan PLN, telah mengadakan perjanjian kerja sama. Apa yang kita cantumkan di atas kertas harus diimplementasikan.
Saya berharap kegiatan launching hari ini bukan hanya seremonial, tetapi benar-benar menjadi tonggak keseriusan kita dalam menyikapi masalah yang ada di Kabupaten Serang,” ujar Yandri.
Menurutnya, program pengembangan ekosistem biomassa merupakan salah satu bentuk inovasi dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki desa.
Berbagai limbah turunan dari produk unggulan desa yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai ekonomi dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku yang dibutuhkan untuk mendukung pasokan energi PLN.
Yandri menilai, pemanfaatan biomassa membuka peluang bagi desa untuk meningkatkan nilai tambah hasil produksi sekaligus memperluas peran BUMDes dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi dan menyambut baik inisiatif luar biasa dari Pemerintah Kabupaten Serang bersama PT PLN dan seluruh BUMDes.
Ini adalah terobosan, ini adalah inovasi desa yang sesungguhnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembangunan nasional harus dimulai dari desa, sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia.
Dana Desa yang dialokasikan setiap tahun diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
Melalui program biomassa, BUMDes diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usaha, memperluas peluang ekonomi, serta bertransformasi menjadi lokomotif pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa.
“Dana Desa yang triliunan rupiah setiap tahun harus memberikan dampak ekonomi yang nyata. BUMDes harus menjadi lokomotif ekonomi desa.
Melalui program biomassa ini, kita buktikan bahwa BUMDes bisa naik kelas,” tegas Yandri.
Program Pengembangan Ekosistem Biomassa Bersama BUMDes tersebut juga diarahkan untuk mendukung transisi energi dan pencapaian target Net Zero Emission melalui pemanfaatan sumber daya biomassa yang tersedia di wilayah pedesaan.
Pelaksanaan program ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMDes, dan PT PLN dalam menciptakan ekosistem usaha desa yang berkelanjutan serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Desaku, pembacaan doa, laporan penyelenggara, serta sambutan Bupati Serang dan Direktur Utama PT PLN EPI.
Selanjutnya, Menteri Desa PDT menyampaikan sambutan, dilanjutkan penyerahan cinderamata dari Kementerian Desa PDT, Bupati Serang, dan Direktur Utama PT PLN EPI.
Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi seremonial pelepasan biomassa berbasis ekonomi kerakyatan melalui BUMDes, sesi doorstop, dan penutupan.
Dengan diluncurkannya program tersebut, Menteri Desa PDT berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat dalam pengembangan ekosistem biomassa bersama BUMDes, sehingga potensi desa dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung ketahanan energi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan terkendali.
Red **









