RepublikeXpose.com //
JAKARTA – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek) Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. menegaskan pentingnya menjaga eksistensi organisasi kemahasiswaan sebagai ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda. Hal itu disampaikannya dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-55 HIKMAHBUDHI yang digelar di Aula Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Menurut Fauzan, organisasi mahasiswa merupakan wadah bagi para kader bangsa untuk mengasah kemampuan kepemimpinan dan membangun karakter sebelum terjun ke masyarakat luas.
“Sebagai organisasi mahasiswa, saya kira penting untuk tetap dijaga. Karena ini adalah satu wadahnya anak-anak muda, kader bangsa, dalam rangka membekali dirinya menjadi generasi yang baik,” ujar Fauzan.
Ia mengatakan, organisasi merupakan miniatur kehidupan yang menghadirkan berbagai dinamika sosial dan kepemimpinan. Di dalamnya, mahasiswa belajar menghadapi kritik, menerima apresiasi, hingga memahami cara bersikap ketika disenangi maupun tidak disenangi oleh orang lain.
“Di situlah belajar dikritik, belajar dipuji, belajar tidak disukai orang, belajar disukai. Disukai saja itu perlu belajar. Karena kalau tidak, akan menjadi pemimpin yang hanya ingin dipuji,” katanya.
Fauzan menilai, pemimpin yang hanya ingin mendapatkan pujian akan kehilangan keseimbangan dalam menjalankan kepemimpinan. Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya organisasi mahasiswa seperti HIKMAHBUDHI untuk terus dipertahankan keberadaannya.
Dalam kesempatan itu, Fauzan juga menegaskan komitmen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk terus berkolaborasi dengan organisasi-organisasi mahasiswa sebagai bagian dari mitra strategis kementerian.
“Mahasiswa adalah salah satu stakeholder Kemendikti Saintek. Tentu menjadi kewajiban kementerian untuk mendampingi dan mengantarkan mereka sesuai passion mereka,” ujarnya.
Ia menyebut kementerian siap mendukung ruang pengembangan mahasiswa, termasuk dalam aktivitas organisasi. Menurutnya, fasilitas yang dimiliki kementerian harus dapat dimanfaatkan mahasiswa sebagai “rumah bersama” untuk menempa diri dan mengembangkan potensi.
“Silahkan digunakan untuk kebaikan, untuk menempa diri,” kata Fauzan.
Pada momentum usia ke-55 HIKMAHBUDHI, Fauzan berharap organisasi tersebut semakin memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa. Ia mengingatkan bahwa organisasi kemahasiswaan merupakan etape pembelajaran, bukan tempat beristirahat.
“Organisasi kemahasiswaan itu adalah tempat belajar. Belajar untuk menjadi lebih baik, lebih baik, dan lebih baik,” tuturnya.
Lebih lanjut, Fauzan menilai HIKMAHBUDHI memiliki komitmen moral yang kuat dalam membangun karakter generasi muda. Menurut dia, keberlanjutan bangsa tidak hanya bergantung pada kemajuan teknologi, tetapi juga pada kekuatan karakter bangsa.
“Untuk menjaga sustainability bangsa ini tidak hanya bisa mengandalkan teknologi saja, tetapi juga karakter bangsa yang lebih utama,” pungkasnya.
Red **









