RepublikeXpose.com // JAKARTA – Pekerjaan galian saluran air di ruas Jalan Meruya Selatan menuju Kembangan Selatan, Jakarta Barat, dikeluhkan pengguna jalan karena dinilai minim penerangan pada malam hari. Kondisi tersebut dikhawatirkan membahayakan pengendara, terutama sepeda motor, yang melintas di lokasi, Rabu (1/7/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, area proyek masih menyisakan galian di sejumlah titik. Namun, penerangan di sekitar lokasi dinilai belum memadai. Selain itu, rambu-rambu peringatan dan perangkat pengaman proyek juga disebut belum terlihat optimal pada malam hari sehingga berpotensi mengurangi jarak pandang pengendara.
Sejumlah pengguna jalan mengaku harus memperlambat laju kendaraan saat melintasi lokasi pekerjaan untuk menghindari risiko kecelakaan.
“Pekerjaan pembangunan memang penting, tetapi aspek keselamatan pengguna jalan juga harus menjadi prioritas. Penerangan yang cukup dan rambu peringatan sangat dibutuhkan, terutama pada malam hari,” ujar salah seorang pengendara yang melintas.
Diketahui, pekerjaan pembangunan saluran air di wilayah Kembangan Selatan merupakan bagian dari upaya peningkatan sistem drainase untuk mengurangi genangan saat musim hujan. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada akhir Juli 2026.
Meski demikian, pelaksanaan pekerjaan di lapangan diharapkan tetap memperhatikan standar keselamatan kerja dan keselamatan pengguna jalan. Penggunaan lampu penerangan, barrier, papan informasi proyek, serta rambu lalu lintas sementara dinilai penting untuk meminimalkan potensi kecelakaan.
Masyarakat berharap pihak kontraktor maupun instansi terkait segera melakukan evaluasi terhadap pengamanan lokasi proyek agar aktivitas pembangunan dapat berjalan tanpa mengganggu keselamatan pengguna jalan.
RepublikExpose.com berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak pelaksana proyek di lokasi pekerjaan. Namun, saat didatangi, pihak kontraktor tidak berada di lokasi sehingga belum dapat memberikan keterangan terkait minimnya penerangan dan pengamanan proyek tersebut.terlihat Hanya PSM di papan Pemberitahuan
Menurut warga setempat seharusnya ada Dinas perhubungan atau polisi yang berjaga di lokasi proyek guna membantu mengatur lalulintas saat pengerjaan proyek
Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Kecamatan Kembangan, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat, Dedi Dolar, saat dihubungi menyatakan bahwa pihaknya tidak menerima koordinasi dari pelaksana proyek terkait pelaksanaan pekerjaan tersebut.
“Tidak ada koordinasi dari pelaksana proyek kepada kami,” ujar Dedi Dolar saat dikonfirmasi.
Red **









