Pengusaha UMKM Aek Nalas Ervina Butar Butar Tertantang Mengolah Ikan Predator Menjadi Bakso dan Kerupuk

Berita Daerah27 Dilihat
Balige, RepublikeXpose.com
Setelah menyaksikan masyarakat Sidoarjo, Jawa Timur begitu rajin dan sangat inovatif dalam mengolah ikan menjadi kerupuk, Ervina Butar2 merasa tertantang dan akhirnya pulang kampung ke Siregar Aek Nalas, pinggiran Danau Toba yang berjarak hanya sekian meter dari Sungai Asahan. 
“Masa kampung saya penghasil ikan hanya menjadikan ikan tangkapan nelayan dari Danau Toba itu hanya sebatas konsumsi siap saji setelah dimasak, ” Demikian pemikiran Ervina setelah menyaksikan kelompok pengrajin ikan di Sidoarjo Jawa timur saat bincang bincang dengan wartawan di pelataran Diskoperindag, Rabu, 1/2-2030 mengisahkan pengalamannya
Mj itu. 
Putri nelayan ikan tawar Pak butar2 ini langsung mengamati nelayan di Aek Nalas termasuk hasil tangkapan ayahnya yang ternyata para nelayan di sana mampu menangkap  ikan dari Danau Toba berbakul bakul setiap ” Turun Danau”. Namun dia menyayangkan bahwa ikan itu masih sebatas konsumsi ikan rebus. Itu pun tidak maksimal, karena jika melebihi hasil tangkapan, banyak terbuang atau jadi komsumsi hewan peliharaan. 
Akhirnya, Ervina memilih ikan  Predator Red Devil  pilihan utama untuk diolah menjadi bakso dan kerupuk. Yang ternyata setelah diolah hasilnya sangat maksimal dan mulai banyak permintaan. 
Mengapa pilihan anda ke ikan Predator menjadi bakso dan kerupuk, ” Tanya wartawan. ” Ikan Red Devil itu ternyata lebih enak. Enak karena banyak memangsa ikan di luar sejenisnya, sementara masyarakat sekitar Danau Toba dan Daraeh lain kurang minat mengonsumsi Red Devil, ” Ujar Ervina. Inilah dasar Ervina memilih ikan merah ini sebagai bahan utama bakso dan ketikup. 
Namun karena permintaan dari segala penjuru mulai mengalir, akhirnya, Ervina terkendala dengan alat blender yang ada sekarang ini hanya terbatas hasil olahannya. Itulah sebabnya, Ervina berusaha menemui Kadis Koperindak Salomo Simanjuntak maupun bupati Toba Ir Poltak Sitorus guna minta dukungan alat pengolah ikan Predator dimaksud. ” Pengrajin ikan kerupuk di Sidoarjo difasilitasi Pemda di bidang mesin pengolah, kenapa di kita belum, ” Tandas Ervina yang pada Iven pesta dayung sampan internasional F1H2O nanti ikut ambil bagian di stand yg akan disiapkan panitia. 
Bupati Toba, Ir Poltak Sitorus ketika dihubungi RE (republikeXpose) per telepon mengatakan, ” Hubungi Koperindak saja, ” Jawab Bupati singkat. Sementara Kadis Koperindak Salomo Simanjuntak mengatakan, ” Kami melakukan pembinaan Pak. Tetapi tidak serta merta dengan memberikan bantuan. Kami akan terlebih dahulu verifikasi ke lapangan, ” Tandas Salomo Simanjuntak dengan semangat. Mudah mudahan sinkron.
RE/M sormin/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *