RepublikeXpose.com = JAKARTA – Kondisi kabel komunikasi yang menjuntai rendah dan semrawut di pintu masuk Masjid Jami At-Taqwa, Jalan H. Kasam, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, menuai sorotan serius dari jamaah dan warga sekitar.
Puluhan kabel hitam tampak menggantung tanpa pengaturan yang jelas, bahkan sejajar dengan tinggi kepala orang dewasa, sehingga berpotensi mengancam keselamatan jamaah yang hendak beribadah, Kamis (5/2/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan kabel-kabel tersebut saling bersilangan dan melintang tepat di akses utama masuk masjid. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menciptakan risiko nyata, mulai dari tersangkut di leher hingga potensi korsleting dan kebakaran.
Kekhawatiran jamaah semakin meningkat menjelang bulan suci Ramadhan, ketika aktivitas ibadah dipastikan melonjak drastis. Masjid yang biasanya dipadati anak-anak, lansia, dan jamaah umum kini justru menghadirkan ancaman keselamatan di area paling vitalnya.
“Saya terpaksa mengangkat kabel setiap kali masuk masjid. Anak-anak sering berlarian di sini. Kalau sampai ada kabel yang putus atau terbakar, akibatnya bisa fatal,” ujar Asenih (48), salah seorang jamaah Masjid At-Taqwa.
Ironisnya, kondisi berbahaya ini disebut telah berlangsung cukup lama tanpa penanganan berarti. Padahal, lokasi masjid berada di kawasan padat aktivitas masyarakat, sehingga dampak yang ditimbulkan bisa meluas jika terjadi insiden.
Keberadaan kabel yang menjuntai tepat di pintu masuk rumah ibadah mencerminkan lemahnya pengawasan dan minimnya tanggung jawab pihak terkait, baik penyedia jaringan maupun instansi berwenang. Rumah ibadah seharusnya menjadi ruang aman dan nyaman, bukan area yang mengancam keselamatan jamaah.
Warga berharap ada tindakan cepat dan tegas dari pemerintah daerah serta pemilik jaringan kabel untuk menertibkan dan menata ulang instalasi tersebut sebelum jatuh korban. Keselamatan publik, terlebih di tempat ibadah, tidak semestinya menunggu tragedi untuk mendapat perhatian.
Red **









