RepublikeXpose.com =
JAKARTA – Kapolda Metro Jaya meninjau kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran di sejumlah simpul transportasi pada Sabtu (14/3/2026), mulai dari Terminal Pulogebang, Jakarta Timur hingga Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Dalam kegiatan tersebut, Dansat Brimob Polda Metro Jaya turut memastikan kesiapan personel Brimob yang disiagakan untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat selama masa mudik.
Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Jaya 2026 digelar mulai 13 hingga 25 Maret untuk mengamankan arus mudik dan arus balik Idul Fitri di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Sebanyak 6.812 personel gabungan diterjunkan yang terdiri dari unsur Polri, instansi terkait, pemerintah daerah, serta elemen masyarakat guna menjaga keamanan dan ketertiban di berbagai titik aktivitas publik.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan kehadiran personel Brimob di lokasi mobilitas tinggi seperti terminal dan stasiun menjadi bagian dari dukungan pengamanan selama periode mudik.
“Personel Brimob kami tempatkan di sejumlah titik transportasi untuk membantu petugas dalam menjaga situasi tetap aman serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang akan pulang ke kampung halaman,” ujarnya.
Secara keseluruhan, Operasi Ketupat Jaya mencakup 1.647 titik pengamanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya dengan dukungan 95 pos yang terdiri dari 68 pos pengamanan, 22 pos pelayanan, dan 5 pos terpadu. Selain itu, terdapat 9 pos pantau arus mudik di sepanjang ruas Tol Jakarta–Cikampek untuk memantau pergerakan kendaraan.
Pengamanan juga difokuskan pada sejumlah lokasi strategis seperti 83 sentra ekonomi, 11 simpul transportasi yang meliputi terminal, stasiun, bandara, dan pelabuhan, serta ratusan objek vital guna menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar selama libur Lebaran.
Brimob Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar mempersiapkan perjalanan dengan baik, menjaga barang bawaan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Selama periode arus mudik, kebijakan ganjil-genap di Jakarta juga ditiadakan mulai 18 hingga 25 Maret 2026 untuk membantu kelancaran mobilitas kendaraan.
Red **
Humas Brimob PMJ









