Polisi Berikan Pemahaman Bahayanya Radikalisme dan Perilaku Intoleran ke Pelajar SMA di Jakarta

- Jurnalis

Kamis, 22 Juni 2023 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RepublikeXpose – Jakarta, 22 Juni 2023

Untuk meningkatkan Kewaspadaan Dini dan memberikan pendidikan pada 50 SMAN sederajat di jakarta, Kepolisian Negara Republik Indonesia Polda Metro Jaya mengadakan Forum Grup Discussion (FGD) dengan tema “Bahaya Radikalisme dan Perilaku Intoleran Terhadap Generasi Muda”.

Hadir di dalam acara itu, Eta Wiwid Ketua Umum & Pendiri dari Organisasi Jembatan Kemajuan Bangsa (JKB), Rahmad Kurnia, aktivis (Mantan Konseptor NII dan Cuci Otak NII KW 7), Muh. Makmun Rasyid, S. Ud., M.Ag dari Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme MUI Pusat sebagai Narasumber.

Dalam sambutannya, AKBP Randi Ariandi, Kasubdit 5/Keamanan Negara Dit Intelkam PMJ selaku penyelenggara mengatakan, seiring perkembangan yang sangat global maka perlu benteng yang kuat untuk mencegah paham radikalis dan intoleran pada generasi muda, khususnya para pelajar di Jakarta.

Nantinya diharapkan selain membentengi diri siswa peran orang tua juga sangat menentukan perilaku anaknya terhadap perilaku yang menyimpang dari paham yang negatif.

“Jadi diharapkan selain siswa dapat membentengi dirinya sendiri, namun peran orang tua sangat sentral terhadap perkembangan perilaku anak” katanya, Rabu (21/6/2023) di Ball Room Hotel Millennium, Tanah Abang Jakarta Pusat.

Sementara itu, Eta Wiwid dalam kesempatan ini menyampaikan 2 materi penting yang berhubungan dengan GENERASI MUDA dan TENTANG BAHAYANYA PAHAM RADIKALISME YANG MELAHIRKAN TINDAKAN INTOLERAN dan SOLUSI untuk menanggulanginya. Diperlukan sinergi yang kuat antara Rakyat dan Pemerintah untuk bisa saling mendukung dalam hal ini.

“Memperbanyak forum seperti ini sampai ketingkat kelurahan disinyalir dapat mengurangi sekaligus menyumbat perkembangan paham tersebut” tukas Eta Wiwid.

Eta juga menyarankan, bila ada teman atau keluarga yang terpapar paham radikal dan intoleran jangan dijauhi/diasingkan, sebaliknya kita rangkul dan dekati secara perlahan lahan dengan memberikan pemahaman yang benar.

Baca Juga:  Sudin Perhubungan Kota Administrasi Jakarta Barat Diduga Memberikan Lampu Merah Khusus

“Jika ada kerabat atau teman yang terpapar jangan dijauhi/diasingkan, sebaliknya kita rangkul dengan memberikan pemahaman yang benar,” tutupnya. (Rbt).

(Red).

Berita Terkait

Pokja PWI Wali Kota Jakarta Barat Gelar Audiensi dengan Kadin Jakarta Barat
Ledakan Pagi Buta di Rusunami City Park Cengkareng: Dugaan Gas LPG, Pengelola Hilang Arah
Kapolres Jakbar Beri Penghargaan kepada 25 Personel Berprestasi di Apel Pagi
Bareskrim Polri: Strategi Penyelamatan Pagar Laut dan Ijazah Palsu Jokowi
Kesbangpol Jakarta Barat Terima Kunjungan Silaturahmi Laskar Merah Putih Marcab Jakarta Barat
Warga 011 Tegal Alur Harap Pemerintah Fungsikan Lahan di Jl. Permata Ujung jadi Fasos Fasum
Timur Indonesia Bersatu Akan Gelar Silaturahmi Kebangsaan 2023
Puluhan Ribu Massa Timur Indonesia Akan Meriahkan Acara Silaturahmi Kebangsaan Timur Indonesia Bersatu
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 Juli 2025 - 08:16 WIB

Pokja PWI Wali Kota Jakarta Barat Gelar Audiensi dengan Kadin Jakarta Barat

Selasa, 8 Juli 2025 - 19:06 WIB

Ledakan Pagi Buta di Rusunami City Park Cengkareng: Dugaan Gas LPG, Pengelola Hilang Arah

Selasa, 8 Juli 2025 - 18:46 WIB

Kapolres Jakbar Beri Penghargaan kepada 25 Personel Berprestasi di Apel Pagi

Senin, 12 Mei 2025 - 12:52 WIB

Bareskrim Polri: Strategi Penyelamatan Pagar Laut dan Ijazah Palsu Jokowi

Selasa, 5 November 2024 - 22:25 WIB

Kesbangpol Jakarta Barat Terima Kunjungan Silaturahmi Laskar Merah Putih Marcab Jakarta Barat

Berita Terbaru

News

Deklarasi Organisasi KDM KU di Tapos 1 Tenjolaya Bogor

Minggu, 31 Agu 2025 - 13:52 WIB