MARAK NYA PEDAGANG ROKOK ILEGAL DI PELOSOK NEGERl MENJADI SOROTAN Dr BERNARD GAKORPAN

Ciracas, RepublikeXpose.com
ROKOK menjadi Primadona andalan Sumber Pemasukan Aset Negara. Membuat jadi bertambah banyaknya pecandu rokok. Akan tetapi kenapa  penyebab terjadi menjamurnya  pedagang rokok ilegal di kampung kampung dengan tembakau kiloan dan peralatan peralatan pembuatan rokok mandiri yang tentunya tidak mengindahkan faktor kesehatan dan hanya mencapai kenikmatan sesaat pribadi maupun komunitas para perokok yang kini makin menjamur. 
Rokok yang salah satunya menjadi konsumsi sejumlah masyarakat baik pria dan juga wanita  merupakan sarana pergaulan exclusive baik di kota Metropolitan Jakarta maupun di pelosok pelosok begeri ini. Sehingga lndonesia sebagai surga bagi pengedar dan penjual okok ilegal yang merupakan pintu gerbang penyalahgunaan salah satu P4GN Derivat GANJA atau sejenisnya terutama semakin marak dikalangan generasi millenial. 
Harapan bangsa tersebut jika peredarannya tidak diawasi secara seksama dan ada kesan “PEMBIARAN KASUS”. Pelanggaran Pidana Undang Undang RI  No 39 Tahun 2017 tventang “CUKAI” misalnya. Pada Pasal 54 ‘”Bahwa setiap orang yang menggunakan, menyerahkan, menjual serta menyediakan yntuk dijual barang yang kena Cukai yang tidak dikemas untuk penjualan  eceran atau tidak dilekati pita  cukai, layaknya sebagaimana dimaksud di Pasal 29 ayat 1 dapat dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1(Satu) tahun  dan paling  lama 5 (lima) tahun dan atau pidana denda paling sedikit 2 X nilai CUKAI, yang seharusnya dibayarkan. 
Pasal 56 Berbunyi : “Setiap orang yang menimbun, menyimpan, memiliki, menjual, menukar, memperoleh atau memberikan barang yang kena Cukai yang diketahuinya atau patut diduga berasal dari tindak pidana berdasarkan Undang Undang ini dapat dipidana dengan pidana kurungan paling singkat  1(satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling sedikit 2 X nilai Cukai yang seharusnya dibayarkannya. 
Aset Negara yang didapat dari ROKOK merupakan sumber pemasukan. Makin bertambah banyaknya para perokok di tanah air seyogyanya akan menjadi aset devisa negara dari Cukai Rokok. 
Namun dengan menjamurnya pedagang pedagang rokok ilegal dan kantong kantong menjamurnya earung asongan tembakau linting kiloan dan produksi rokok ilegal yang beredar di masyarakat Luas termasuk yang sekarang booming cafe cafe rehat kopi & rokok full musik hingga larut  malam untuk tongkrongan executive kaum muda millenial yang sedang mencari identitas diri dengan bersantai layaknya Don Juan Anak Sultan Negeri Antah Berantah 
membuat para aparat penegak hukum harus Berpatroli turun ke jalan untuk sosialisasi dan edukasi Primary Health Care. “MENCEGAH LEBIH MULYA dari pada MENGOBATI DAMPAK PENYAKIT”. 
Wabah TBC paru kronis dan juga faktor kesehatan paru, jantung dan kanker akibat sesat dampak dari faktor kecanduan menahun akan rokok ilegal dan tradisional  dengan pembuatan lintingan dan gulungan rokok home industri yang tidak mengindahkan faktor kesehatan masyarakat Indonesia. 
Menurut penelitian para pakar kedokteran dari Jepang dikatakan bahwa 1 Batang rokok akan berdampak Psychologis memperpendek Usia 1 hari umur kita. Kemudian dikatakan peredaran P4GN yang akan dimanfaatkan sindikat sindikat mafia narkoba di tanah air tercinta Indonesia Raya. 
Penulis : Dr Bernard B Birvan Siagian SH Mz Akp Ketum Komando Satgas Anti Narkoba 845 Good life Good people The Good Government KPPRI LMNRRI, Pengamat Ahli Therapi Rehabilitasi Narkoba BNNPolri, Waketum GAKORPAN, Waketum MAPANCAS dan ALUMNI Klinik Therapy Rehabilitasi Bekam Medis Non Medis  DPP GAKORPAN FRN Presisi Polri Jl. Penganten Ali 3 Depan Kec. Ciracas Jakarta Timur. HP.081296769599
. Salam PANCASiLA Merdeka .
RE/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *