PMI DKI JAKARTA MENDORONG PARTISIPASI WARGA MENDONOR DARAH SAAT PANDEMI

REPUBLIKEXPOSE.COM – Jakarta, Di tengah situasi prihatin akibat pandemi Covid-19, kebutuhan akan darah meningkat tajam di DKI Jakarta. Para pendonor sedikit berkurang, apalagi terhambat pemberlakuan PPKM. Namun, aksi donor darah dari masyarakat tak pernah berhenti.
Sebagai Ibu Kota negara, Jakarta tak bisa dilepaskan dari misi sosial dan kemanusiaannya. PMI DKI Jakarta terus aktif menggalang solidaritas masyarakat dalam ikut serta menyumbang darahnya untuk menyelamat mereka yang membutuhkan darah.
Ditemui di sela-sela kesibukannya, Kabag Humas UTD PMI DKI Jakarta, Ibu Siti, mengatakan, kepedulian sosial masyarakat Jakarta masih terlihat terkait donor darah sukarela. ” Saat ini, terutama ketika kita sedang mengalami pembatasan sosial PPKM untuk menekan sebaran pandemi Covid-19, mereka yang datang ke kantor PMI agak berkurang. Saya berharap, usai PPKM, para pendonor akan makin banyak yang datang ke sini. Juga para penyintas Covid-19 yang memberi donor plasma konvalesen. Kebutuhan plasma darah masih tetap tinggi. Biasanya dibutuhkan 1.000 kantong, tapi saat ini meningkat hingga 300 persen.
Saat ini sedang berlangsung kegiatan donor darah, kebanyakan oleh keluarga para pasien. Mereka menyumbang plasma darah kepada teman atau keluarga yang tengah sakit. Mereka ini sedang bertarung nyawa, sehingga wajar bila kita membantu mereka segera. Syarat donor plasma pun makin mudah. Mereka harus mendaftar dan petugas akan menghubungi mereka, kemudian melakukan pengambilan menurut ketentuan yang ada.
Ibu Siti menjelaskan, selalu ada individu atau instansi yang tergerak melakukan donor darah sukarela ini. Ia menyebutkan beberapa instansi yang sudah mendonor, seperti Polda Metro Jaya, Brimob, Bank Mandiri, PT Pembangunan Perumahan, dan instansi lainnya. Walau demikian, kebutuhan akan darah masih terbilang tinggi.
Di tengah deraan pandemi, semangat masyarakat Jakarta untuk bersolider dengan mereka yang sakit dan menderita, tetap terlihat. Mereka tetap saling membantu walau pandemi melumpuhkan pergerakan mereka.
Ibu Siti berharap semakin banyak warga masyarakat yang rela menyumbangkan darahnya dengan datang ke PMI DKI Jakarta, atau cabang-cabang PMI yang ada di 5 kotamadya dan satu kabupaten.
 “Mereka adalah sesama kita yang harus segera kita bantu. Mereka amat membutuhkan darah dari kita,” harap Siti.*
RIKA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *